Recent Posts

Minggu, 20 Mei 2012

Glofaria Farewell Party Video

Hii my farewell party video had been available on youtube. I feel soooooooooo happy, I spent much time for uploading this video, fortunately it was complete uploaded. Satisfying.
For your information, this video was edited by Ajeng, Dinda, and Wahyi, with a full of help all part of glofaria.

Sabtu, 19 Mei 2012

Moslem Fashion Blogger

I'm not addicted with fashion, even I'm looks like indifferent to apply that fashion in my daily, but I like to see Fashion Blog. Just see what's new and see the differences style between one fashion blog and another. I like something unique and different. Lately, I'm so curios to know about moslem fashion blogger. When I was browsing, I never met any fashion blogger using hijab. All of blog who I frequently visit, like Hot Chocolate and Mint, Diary of: The Riotous Belle, The Creme de La Crop, and others there is no one of them using hijab. Finally I looked for it on Mr.Google, and I found it.

The owner of this blog is Hana Tajima Simpson, A girl with British Father and Japanese Mother, and now lives in Malaysia. She has an unique and casual mode. Something special of this is girl is she has a proper goal why she designs and uses a different style of hijab, it's all because she wants a moslem using hijab can be more accepted in social life, with following trend. These are the pictures of Hana Tajima







Dian Pelangi, still young, a Girl who born on 14 January 1991, has a colorful style when using hijab. Dian as owner of this blog and the founder of hijabers community lives in Cairo, Mesir. She is an Indonesian. The way she uses hijab aims to make the moslem using hijab is not be regarded as an old-fashioned. These are pictures of Dian Pelangi.





***
It's all about moslem fashion blogger. I'm proud of them for sure, with a proper goal they make a trend and did you know, both of them are famous moslem fashion blogger, they often join an international fashion festival.
A whole world look at them, moslem in the world follow their style, and even international fashion stylist often be amazed by their way styling. 


They Said ---

Hi There! Feel so awkward now, because actually I don't know what must I type. But I can refuse, there is something pulling to fill this blog with a posting. Okee start it now !

***

Each of day that god had given for us has itself power. Something valuable for our future and we get it for free. Yeah, you are right, that is lesson.  
Experience is our best teacher
I don't know who had made this quote, but really I believe this quote for sure. After this, I gonna write some word that is told and written by my friend along this week, which finally make me realize how must I behave actually.

#1. You hurry in making a conclusion Ep, moreover you look on one point of view only. -D-
Aku memang terlalu senang untuk berkutat dengan dunia ku sendiri, bergaul dengan opini-opini sendiri. Menyatukan apa kata orang-orang dengan apa yang aku pikirkan, dan dengan tak sadarnya membuat suatu kesimpulan yang sedikit ngawur, itu salah. Harusnya tidak seperti itu, aku yakin kalian tahu bagaimana sebenarnya.

#2. Do you know? In my SHS, I don't have any close friend yet. Why? Because, I'm afraid influence and be influenced. -N-
Okey, dari kata-kata itu aku jadi lebih sadar bagaimana pergaulan sangat besar kemungkinannya menularkan pengaruh kepada kita. Mulai dari baik sampai buruk-buruknya. Tapi tiba-tiba aku mikir. Sebenarnya kalo kita bersikap baik semua pasti akan berjalan baik-baik saja, without any fear haunting. Secara, kita bisa menyalurkan kebaikan kita ke orang, bijak mengambil yang dibilang baik sama orang. Sayang, semua orang juga tahu menjadi baik gak akan semudah ngedipin mata, seenggaknya berusaha untuk lebih baik laah.

That's all my friend's word that always dancing in my brain. At the end, there is one quote for me, actually this quote is quite unrelated with this post topic, but there is no bad quote for proper aim.


Rabu, 16 Mei 2012

Beasiswa Kuliah di Jepang

Buat kalian yang punya impian kuliah di negeri sakura wajib baca postingan ini ! Ada beasiswa buat kalian lulusan SMA dari kedubes Jepang di Indonesia. Check this out~


***


Program S1 D3 S2 (untuk lulusan SMA sederajat)

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2013 telah dibuka pada 14 Mei 2012 dan akan ditutup pada tanggal 15 Juni 2012. Program ini ditujukan untuk siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013). 
Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.






1. Undergraduate (S-1)
Masa studi 5 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang (kecuali jurusan kedokteran umum, gigi, hewan, dan sebagian farmasi lama masa studi adalah 7 tahun).



  • Syarat :
    lulusan SLTA; nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,4; lahir antara 2 April 1991 dan 1 April 1996.



  • Materi ujian tertulis:
    IPS : Bahasa Inggris dan Matematika
    IPA-a : Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Fisika
    IPA-b,c : Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Biologi



  • Pilihan jurusan:
    IPS :
    Laws, Politics, Pedagogy, Sociology, Literature, History, Japanese language, Economics, Business Administration, and others.
    IPA-a :
    Science (Mathematics, Physics, Chemistry); Electric and Electronic Studies (Electronics, Electrical Engineering, Information Engineering); Mechanical Studies (Mechanical Engineering, Naval Architecture); Civil Engineering and Architecture (Civil Engineering, Architecture, Environmental Engineering); Chemical Studies (Applied Chemistry, Chemical Engineering, Industrial Chemistry, Textile Engineering); and other fields (Metallurgical Engineering, Mining Engineering, Maritime Engineering, Biotechnology)
    IPA-b :
    Agricultural Studies (Agriculture, Agricultural Chemistry, Agricultural Engineering, Animal Science, Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Fisheries); Hygienic Studies (Pharmacy, Hygienics, Nursing); Science (Biology)
    IPA-c : Medicine; Dentistry
    2. College of Technology (D-3)
    Masa studi 4 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. College of Technology memiliki program 5 tahun yang dirancang bagi lulusan SLTP. Siswa penerima Beasiswa Monbukagakusho (lulusan SLTA) akan masuk College of Technology sebagai mahasiswa tahun ketiga. Studi teknik sebagian besar terdiri dari eksperimen / percobaan dan latihan-latihan praktek. Lulusan dari sekolah ini diharapkan menjadi ahli teknik (engineer).



  • Syarat :
    lulusan SLTA Jurusan IPA; nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1991 dan tgl. 1 April 1996



  • Materi ujian tertulis:
    Matematika dan Kimia/Fisika (tergantung kategori jurusan seperti tertulis di bawah)



  • Pilihan jurusan:
    Kimia : Jurusan yang terkait pada bidang kimia seperti “Materials Engineering” dll.
    Fisika :
    Jurusan lain seperti “Mechanical Engineering”, “Electrical and Electronic Engineering”, “Information, Communication, and Network Engineering”, “Architecture and Civil Engineering”, Maritime Engineering” dll.
    3. Specialized Training College (D-2)
    Masa studi 3 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. Specialized Training College terpisah dari sistem pendidikan Jepang yang biasa. Sekolah ini menawarkan pelatihan praktis kejuruan.



  • Syarat :
    lulusan SLTA; nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1991 dan tgl. 1 April 1996



  • Materi ujian tertulis:
    Bahasa Inggris dan Matematika



  • Pilihan jurusan:
    Civil Engineering and Architecture; Electrical and Electronic Engineering; Wireless Communication; Computer; Information Processing; Nourishment; Cooking; Nursery Teacher Training; Nursing Welfare; Social Welfare; Management; Travel; Bussiness; Harmony Dressmaking; Music; Art; Design; Photograph; dll
    Catatan :
    1. Semua soal ujian dalam bahasa Inggris.
    2.
    Lulusan dari S-1 bisa meneruskan ke S-2, dan lulusan D-3 dan D-2 bisa meneruskan ke S-1 sebagai siswa tahun ketiga. Namun untuk melanjutkan beasiswa, tergantung pada prestasi dan hasil seleksi. Para siswa tentunya harus mengikuti ujian masuk dan masa perpanjangan beasiswa maksimal 2 tahun.


    FASILITAS

    1. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah dan uang pendaftaran
    2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) - Jepang
    3. Tunjangan ¥117.000/bulan (Besar tunjangan tahun 2012. Untuk tahun 2013 dan tahun selanjutnya ada kemungkinan mengalami perubahan)
    4. Tanpa ikatan dinas

    PROSEDUR PENDAFTARAN

    1. Masa pendaftaran: Mulai tanggal 14 Mei s/d 15 Juni 2012 , hanya pelamar yang memenuhi persyaratan boleh mendaftar.
    2. Pelamar men-download formulir sesuai program yang diinginkan (S1, D3 atau D2) pada link di bawah ini :
      - Application Form   (Formulir D2 (doc file 97kb), Formulir D3 (doc file 97kb), Formulir S1 (doc file 97kb))
      - Field of Study and Study Program   (D2 pdf file 48kb, D3 pdf file 62kb, S1 pdf file 14kb)

      Setiap pelamar hanya boleh mendaftar 1 program saja.
    3. Pelamar mengirimkan Formulir yang telah diisi, beserta fotokopi Ijazah, fototokopi Nilai Ijazah, dan fotokopi Rapor kelas 3 semester 2 (bisa menggunakan dokumen sementara dari sekolah apabila nilai asli dari Kemdiknas belum keluar), ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, atau Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, dan Medan, atau Kantor Konsuler Jepang di Makassar. Dokumen bisa diantar langsung atau dikirimkan via pos ke :
      a. Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
      Jl. M.H.Thamrin 24 Jakarta 10350 Telp. 021 - 319 24308 ps. 175, 176, dan 178
      b. Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya
      Jl. Sumatera No. 93, Surabaya Telp. 031 - 503 0008
      c. Konsulat Jenderal Jepang di Medan
      Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan Telp. 061 - 457 5193
      d. Kantor Konsuler Jepang di Makassar
      Jl. Jend. Sudirman No. 31, Makassar Telp. 0411 - 871 030
    4. Formulir dan dokumen pelengkap harus sudah tiba pada tanggal 15 Juni 2012 (bukan cap pos)
    5. Hanya pelamar dengan dokumen lengkap akan kami proses. Dokumen yang dikirimkan tidak akan dikembalikan.

    PROSEDUR SELEKSI

    1. Bagi yang lolos praseleksi (seleksi dokumen) akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis (bulan Juli). Praseleksi dilakukan berdasarkan nilai ijazah dan rapor.
    2. Mereka yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk wawancara di Jakarta (dalam bahasa Indonesia) bulan Agustus. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
    3. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa. Penetapan penerima beasiswa ditentukan pada bulan Januari 2013.
    Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:
    Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
    Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176

    Jumat, 27 April 2012

    Photo Session w/ Glofaria



    I love the simplicity of Glofaria. Hahaha, emang bener ternyata sungkan bondo (indonesia: gak mau mengeluarkan uang banyak) sama hemat beda tipis. Glofaria selalu bisa berusaha meminimalisir pengeluaran dalam berbagai macam kegiatan. Salah satunya waktu photo session. Ini beberapa foto yang ga masuk buku tahunan sekolahku. Semuanya serba dilakukan sendiri, balik lagi kayak tadi untuk meminimalisir pengeluaran. Wkwk. No fotografer, No Make up man, and No fashion stylist, and Our self editor. Setidaknya kita puas untuk hasil kita sendiri. 






    Right: Waceh, Awe, Linggar

    Right: Ajeng, Rifky, Ep (me)
    Right: Lisa, Boyi, Mik


    Right: Dinces, Re, Dinsar



    Berikut ini beberapa favorite pictures. Haha they are freak ! foolish act -_-




    Actually in this blog, I haven't told what glofaria is. For your information ---> Glofaria is My SHS Class Nick Name. 

    Senin, 23 April 2012

    You and I

    Every bitter-sweet of activity we had done together will always has a nice ending. Yes, they live in my cerebrum. Actually I have said to all kind of brain disease not to infect me, because now, the precious thing of you and I, i have, is a memory only.
    Sering kali aku berdecak kagum kepada Allah yang mampu membuatku terus-terusan mengingat saat dimana aku dan mereka berpelukan dan merasakan sesenggukan mereka yang terdeteksi saraf-saraf sensori tubuhku.
    It's nice, how Allah perfectly makes a thing happened in a right condition
    Aku juga selalu berdecak kagum kepada Allah yang dengan kuasanya mampu mempertemukan aku dengan jiwa-jiwa seperti mereka. Jiwa-jiwa yang berbeda, tapi menjadi suatu yang saling melengkapi bila bersama.
    No, It's not a good bye, cause we believe for tomorrow. -Bondan Prakoso & Fade 2 Black-
    Yak tepat. Aku menangis pada 'Farewell Party' bukan karena menganggap itu sebuah pengakhiran untuk suatu pertemuan yang pernah terjadi hampir dua tahun ini.  Tapi menangis karena tidak bisa melihat wajah-wajah mereka sesering biasanya.  Menangis karena selama dua tahun ini, aku tidak bisa menjadi jiwa yang baik dalam melengkapi mereka. Tapi saat ini aku tidak sedang bersedih karena aku tahu masih ada hari setelah hari ini untuk aku dan mereka bertemu dalam keadaan jiwa yang lebih baik dari waktu itu, karena aku juga tahu : Glofaria's never end, dan karena
    It's not the end. It's just the beginning. -Bondan Prakoso & Fade 2 Black-
     Love Glofaria always. *kiss *hug




    This Is A Story ? Yes, It's A True Story (My Father's Biography)



    Abdul Rahman lahir pada tanggal 30 Agustus 1964 di sebuah kota ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi. Tepatnya, Wongsorejo sebuah kecamatan di Banyuwangi bagian utara yang terkenal dengan penduduk yang masih kedaerahan dan hampir semua penduduknya berdarah Madura. Abdul Rahman termasuk salah satunya. Beliau dilahirkan di keluarga yang sangat sederhana sebagai anak ketiga. Ayah beliau Sahri, adalah seorang petani dan ibu beliau Misriyah sebagai ibu rumah tangga yang terkadang membantu suaminya di tegalan (tanah pertanian yang biasanya ditanami dengan jagung, singkong dan kacang hijau dengan tanah yang tidak cukup subur). Sayang masa-masa Abdul Rahman dengan ayahnya hanya berlangsung beberapa tahun saja, karena pada saat beliau menginjak bangku sekolah dasar di tahun-tahun pertama, ayahnya meninggal. Sifat anak-anak desa yang bersemangat tinggi dan tidak mau lama-lama berkubang dengan kesedihan, sangatlah melekat dengan Abdul Rahman. Setelah kepergian ayahnya, Dul panggilan akrab Abdul Rahman semakin rajin membantu ibunya. Bergantian dengan kakaknya mencari rumput untuk makanan kambing, sapi, dan kuda yang biasa dia lakukan sepulang sekolah. Layaknya anak kecil pada umumnya, Dul sering menghabiskan waktunya untuk bermain bersama teman-temannya. Mulai dari gobak sodor, engklek, sampai kelereng. 
    Dul bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Wongsorejo. Pada saat itu biaya sekolah sangatlah murah, sehingga memungkinkan untuk semua kalangan bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar. Jadi, semuanya tergantung pada kemauan anak untuk belajar ataupun tidak. Pada saat itu teman-teman Dul hampir semuanya bersekolah, hal ini merangsang Dul untuk ikut bersekolah dan belajar. Dul pernah bekerja pada waktu kecil. Saat Dul kelas tiga SD, dia merawat dan memelihara ayam petelur milik seorang dokter yang membuka praktek di Wongsorejo. Sepulang sekolah dia pergi ke rumah dokter, melaksanakan pekerjaan tersebut bersama dua temannya, dan pulang ke rumah saat matahari merendah di ufuk barat. Pekerjaan ini hanyalah sebuah sambilan, anak kecil yang bekerja sangatlah wajar di Wongsorejo, karena anak-anak desa kala itu ingin sekali bisa menghasilkan uang sendiri, hanya untuk kepuasan. Menghasilkan uang sendiri, sangatlah tren di dunia anak SD pada saat itu. Meskipun upahnya tidak seberapa, uang hasil kerjanya bisa dia pakai untuk membeli barang-barang yang biasa diinginkan oleh anak-anak seumurannya. Dul berhasil lulus SD pada tanggal 7 Mei 1979.
    Setelah mengenyam pendidikan dasar di SD Wongsorejo 1, Dul melanjutkan sekolahnya ke SMP penyetaraan yang masih berlokasi di Wongsorejo, yaitu Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama Negeri 2 Banyuwangi. Hari-hari yang ia lalui masih sama dengan rutinitasnya kala SD. Masih bekerja sambilan menjaga ayam petelur milik dokter. Namun pada saat awal Dul SMP kelas satu, dokter Prayitno, pindah ke Jogjakarta. Pada saat itu Dul sempat ditawari untuk ikut dengannya bersekolah di Jogjakarta atau tetap di Banyuwangi. Dul yang masih kanak-kanak, lebih memilih untuk tidak ikut, ia masih ingin tinggal dengan ibu yang ia sayangi, tak tega rasanya meninggalkan ibunya dengan kakak dan 2 adiknya yang masih kecil. Sejak kepindahan dokter tersebut ke Jogjakarta, hari-hari Dul lebih dipenuhi oleh rutinitas belajar, bermain, dan membantu ibunya. Hal tersebut berlangsung selama beberapa bulan, sampai pada suatu hari ada yang menempati rumah Dokter Prayitno yang kosong itu, masih dengan orang berpekerjaan sama, dialah Dokter Bambang Setiawan Sukirno. Ternyata, sebelum Dokter Prayitno pindah ke Jogjakarta, dia berkata pada Dul, bahwa Dul akan dititipkan ke Dokter Bambang yang akan menempati rumahnya itu. Jadilah Dul bekerja sambilan juga di rumah dokter Bambang. Pada saat itu, kedua teman Dul yang dulu bekerja bersama-sama dia  di Rumah Dokter Prayitno tidak ikut bekerja di Rumah Dokter Bambang. Kali ini, Dul tidak bertugas menjaga ayam petelur, dia bertugas untuk mengantarkan anak Dokter Bambang yang masih TK ke sekolah, manjemputnya, dan terkadang Dul membantu membersihkan rumah dan mencuci piring.
    Dul saat SMP
    Lama kelamaan Dokter Bambang menganggap Dul sebagai anaknya sendiri. Dia menyuruh Dul untuk tinggal di rumah Dokter Bambang. Dokter Bambang berniat menyekolahkan Dul, sampai lulus. Akhirnya Dul tinggal bersama Dokter Bambang, namun sesekali Dul pulang ke rumah ibu nya. Keluarga Dokter Bambang sangatlah baik kepadanya. Sebagai bentuk terimakasih kepada Dokter Bambang, tak jarang Dul pergi ke tempat praktek yang berada di sebelah rumah Dokter Bambang, dan mengepelnya. Saat Detik-detik terakhir masa Dul di bangku sekolah menengah pertama, Dul dikabari bahwa Dokter Bambang akan pindah ke Songgon, salah satu daerah di Banyuwangi bagian selatan. Seperti yang dilakukan Doker Prayitno, Dokter Bambang pun menawari Dul untuk ikut bersamanya melanjutkan SMA di daerah sana. Setelah melalui pemikiran panjang, akhirnya Dul memutuskan untuk ikut bersama Dokter Bambang dan keluarganya di Songgon. Dul ingin melanjutkan sekolahnya dan ketika lulus bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Dia tidak mau menyusahkan ibunya, karena Dul sadar bahwa ibunya yang ada di desa tidak punya cukup uang untuk membiayai dia dan saudara-saudaranya bersekolah. Dul sangat tidak tega untuk terus-terusan meminta ibunya yang tinggal sendiri itu untuk membiayai dirinya. Dul tamat SMP pada tanggal 2 Juni 1982.
    Saat tinggal bersama Dokter Bambang dan keluarganya di Songgon, Dul diterima di SMA swasta PGRI Rogojampi. Sehari-hari Dul mengendarai vespa biru untuk sampai di sekolahnya yang saat itu sedang menganggur di rumahnya. Jarak rumah Dul dengan sekolahnya cukup jauh, karena berbeda kecamatan, yaitu sekitar 15 km. Dul sangat menyukai olahraga, dia sangat menanti-nanti hari Jumat, karena pada hari itu ada pelajaran Olahraga. Dul suka bersepakbola di lapangan Rogojampi bersama teman-temannya. Saat Dul duduk di bangku SMA kelas tiga, Dokter Bambang dipindahtugaskan ke Banyuwangi. Akhirnya, Dul dan keluarga Dokter Bambang tinggal di Banyuwangi, di perumahan PEMDA Jalan Letkol Istiqlal. Pada tanggal 30 April 1985 bermaterai Rp 100,-, Dul lulus SMA. Dokter Bambang yang menjadi walinya selama 6 tahun tersebut, menawari Dul 3 pilihan. Pilihan yang pertama adalah berkuliah di Jogjakarta, karena pada saat itu Dokter Bambang juga berniat untuk melanjutkan perkuliahannya di Jogjakarta. Pilihan yang kedua adalah bekerja, dan pilihan yang terakhir adalah menikah. Dengan pasti Dul memilih untuk bekerja, karena tujuan awal Dul menamatkan sekolahnya dari sekolah dasar sampai SMA, adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Akhirnya Dokter Bambang, menitipkan Dul ke temannya yaitu Dokter Mulyadi. Dokter Bambang tinggal di Jogjakarta dan Dul tinggal dengan Dokter Mulyadi, yang akrab dipanggil Dokter Mul..
    Foto ijazah sma Dul
    Dokter Mul adalah kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi. Beliau menjadikan Dul sebagai salahsatu pegawai RSUD Blambangan. Dul sangat senang bisa bekerja di RSUD Blambangan Banyuwangi, mekipun dia hanyalah pegawai honorer di sana. Setiap beberapa bulan sekali dia kembali ke kampung halamannya, menjenguk Ibu, Kakak, dan dua adiknya yang masih tinggal di Wongsorejo. Dokter Mul membuka praktek di rumahsakit Islam Banyuwangi. Dul sering mengantar dan menjemput Dokter Mul disana. Saat itulah kisah cintanya di mulai. Hatinya tertambat saat pertama kali bertemu dengan seorang gadis yang bekerja sebagai pegawai di rumahsakit tersebut. Dia bernama Kelut Ariowati, cinta pertama Dul. Rasa cinta Dul kepada gadis ini sangat tidak bisa di toleransi lagi. Dul mencari-cari infomasi tentang gadis itu, melalui teman-temannya. Hingga akhirnya Dul dapat berkenalan dengan Kelut yang lebih sering disapa Ari tersebut. Pada awal pertemuannya Ari bersifat acuh tak acuh kepada Dul yang sudah jatuh cinta kepadanya, karena Ari tahu usia antara Dul dan dirinya terpaut cukup jauh, yaitu lima tahun. Hal ini yang membuat Ari berpikir bahwa dirinya tidak mungkin menjalin asmara dengan Dul. Tapi Dul yang bersemangat tinggi tetap menjalankan targetnya untuk bisa memiliki hati Ari. Pernah di suatu hari, saking ingin tahunya tempat tinggal Ari, Dul membuntuti Ari saat Ari pulang dari kerja. Saat di jalan Ari menyadarinya, namun Ari membiarkannya. Tapi, ternyata Dul mengikuti Ari sampai rumah kakaknya. Ari memang tinggal dengan kakaknya. Mengetahui hal itu, Ari cepat-cepat masuk ke rumah dan memberitahu orang serumah bahwa ada laki-laki yang mengikutinya sampai ke rumah. Kakak Ari pun keluar rumah dan menemui Dul. Dul menceritakan maksud dan tujuannya mengikuti Ari sampai ke rumah kepada kakak Ari, dia juga menyatakan keseriusannya bahwa dirinya benar-benar mencintai Ari. Ari pikir setelah berbicara dengan kakaknya Dul akan pulang ke rumahnya, tapi ternyata tidak. Dari situ, Ari tahu bahwa Dul benar-benar tulus mencintainya, anggapan bahwa Dul masih bersifat kekanak-kanakan sirna sudah. Dul menjalin hubungan dengan Ari selama hampir 3 tahun.
    Dul di RS Islam, tempat kerja Ari
    Pada tanggal 26 Maret tahun 1988 jam 08.00, Dul meminang Ari, perempuan yang sanggup menaklukan hatinya sampai sedemikian rupa. Disaksikan Keluarganya dan wali-walinya serta keluarga Ari, proses akad nikah berjalan dengan lancar. Pernikahan Dul dengan Ari bersamaan dengan pernikahan kakak wanita Ari. Setelah menikah dengan Ari, Dul dan Ari tinggal di rumah kakak Ari. Anak pertama Ari lahir pada tanggal 12 Januari 1989 yang diberi nama Enis Rahmawati. Pemahaman orang jawa, bahwa kehadiran anak pada suatu keluarga akan memberikan berkah, terjadi pada saat itu. Benar saja, tak berapa lama setelah kelahiran anak pertamanya, Dul diangkat sebagai pegawai negeri sipil. Anak kedua Dul dengan Ari lahir pada tanggal 9 Februari 1991, Dul memberi nama Prayogi Febri Atmanegara. Selang dua tahun dari kelahiran Yogi, Dul dan Ari pindah dari rumah kakaknya,  mereka mengontrak rumah yang berlokasi dekat dengan Rumahsakit Islam Banyuwangi, tempat kerja Ari. Wajar, sebagai pasangan baru mereka harus memanage keuangan mereka sebisa mungkin, salahsatunya mengirit biaya dengan tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja. Saat itu, Dul hanya memiliki sepeda ontel sebagai transportasi utamanya. Kepindahan Dul dan Ari juga dikarenakan karena mereka ingin menjalankan kehidupan keluarga yang sakinnah, mawaddah, warahmah, dan mandiri. Saat tinggal di jalan karimun jawa, Desi Putri Kurniasari anak ketiga Dul pada tanggal 12 Desember 1994 lahir. Saat itu Dul akhirnya mampu membeli sepeda motor pertamanya yaitu Honda ‘cethol’ merah. Dengan sepeda itu, transportasi keluarga Dul menjadi semakin lebih mudah. Sayang, tak berapa lama ada cobaan yang menghadang keluarga Dul. Ari kecelakan saat mengendarai Honda c50 kesayangannya, Ari mengalami putus kaki, yang mebuat kakinya harus dijahit, dan dia terpaksa harus memakai alat bantu jalan selama hampir 1 tahun. Hal ini semakin membuat Dul sayang kepada istrinya.



    Dul dan Ari

    Dul, Ari, Enis (anak pertama)

    Suasana pernikahan Dul dan Ari

    Yogi (anak kedua Dul)

    Desi (akuuuuuuuuuu)

    Keluarga Bahagia
    Dul membeli sebuah rumah di Perumahan Griya Giri Mulya, setelah merasa uang yang telah ia tabung selama ini cukup. Membeli rumah adalah salah satu hal yang sangat diidam-idamkan bagi setiap pasangan suami istri. Pada saat anak ketiganya berumur 2 tahun, Dul pindah ke perumahan yang lebih dikenal dengan perumahan klatak tersebut. Disinilah kehidupannya lebih banyak terjadi. Dalam karier pekerjaan Dul, sempat mengalami naik turun. Namun, dia selalu bersabar menerima segala cobaan yang ada. Dipikirannya, yang penting dia harus tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup istri dan anak-anaknya, dia dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai pendidikan yang tinggi, hingga anak-anaknya mendapatkan pekerjaan yang layak. Saat ini, kehidupan Dul sangatlah tenang bersama istri dan ketiga anaknya. Dengan keluarga yang sederhana itu, dia mendapatkan suatu kenikmatan dan kesenangan sendiri, satu yang selalu ia tekankan dalam hidupnya yaitu berusaha untuk selalu menyenangi hidup.