Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label katakata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katakata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 September 2012

Ironic



Akhir-akhir ini sering muncul suatu ironi yang membentuk sebuah paradoks kait mengait antara opini dan fakta, kadang hasilnya membuat ku ingin tertawa pahit, tersenyum nyinyir, atau senyum yang benar-benar bahagia. Kejadian-kejadian itu ironis, dan aku ingin membagikannya untuk kalian. Hanya sebuah cerita dan pelajaran hidup saja. Ini nyata!
***
Aku punya keluarga besar. Nenek ku mempunyai 12 orang anak, satu diantaranya sudah dipastikan orang tua ku, yap dia adalah ibuku. Ibuku mempunyai seorang adik perempuan yang dulunya sama seperti ibuku dan saudara-saudara ibuku lainnya, entah mengapa saat menginjak usia dewasa tanteku menjadi tidak senormal mereka. Dia mengalami sedikit gangguan jiwa. Gangguannya memanglah tidak parah. Dia masih bisa diajak mengobrol atau berdiskusi, dia tetaplah menyenangkan seperti dulu, meskipun aku sudah lupa dulu dia seperti apa-_-- tapi itulah dia, menurutku dari ribuan bahkan jutaan orang yang pernah bertatapan muka denganku hanya dialah satu-satunya orang yang benar-benar ikhlas dalam menjalani hidup, ikhlas untuk dirinya sendiri ataupun orang lain, mungkin hanya dialah kenalanku yang tidak pernah menyelinapkan kata ‘imbalan’ di pikirannya dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Mungkin sebagian orang akan mengucilkan  dia saat pertama kali bertatap muka, bahkan aku yakin anak kecil akan takut melihat dia karena baju usang, rambut acak-acakan, beberapa karet di pergelangan tangan, sekitaran 4 bando di kepalanya, dan seringnya dia berbicara sendiri. Anehnya setelah beberapa pertemuan banyak orang yang akrab dengan dia, semua sepupu dan keponakanku akrab dengan dia, orang dan anak-anak di sekitar rumah pakdeku, tempat dia tinggal,  semua pedagang keliling, akrab dengan dia. Tak ada satupun orang yang memandang remeh, kecuali mereka-mereka yang kelainan hati akut . Aku sering tanya mengapa dia berpakaian begitu kepada tanteku itu. Bila dibahasakan dengan baik dan teratur mungkin jawabannya jadi seperti ini: ini hanyalah sebuah prinsip, Dek. Dia berpegang teguh dengan prinsip yang pikirannya anut, meskipun itu terlihat ganjil bagi orang-orang, keluargaku sudah memakluminya.
Yang mengagetkan di umurnya yang hampir mencapai setengah abad dia tiba-tiba menginginkan untuk mempunyai sebuah sepeda kayuh, dan kalian tahu apa yang dia lakukan untuk mewujudkan mimpinya? Dia berjulan. Oke, dalam kondisi yang seperti itu setidaknya dia masih mau berusaha. BERUSAHA! Jualannya memang tidaklah seberapa, hanya satu kantung plastik barang jualan. Dalam kantung plastik putih itu ada beberapa snack, permen, yakult, dan rambak. Satu lagi yang aku kagumi dari dia, otaknya dipenuhi semangat yang meluap-luap dan hampir tumpah, dengan semangatnya itu dia tidak enggan memulai berjualan pukul setengah 5 pagi di masjid dekat rumah pakdeku. Yap saat orang-orang sedang sholat subuh, dia menunggu dan menawari mereka saat mereka sudah selesai dengan tugasnya kepada Allah. Entah karena iba atau memang ingin membeli, jualan tante ku selalu laku karena orang-orang itu. Tak hanya subuh, sore hari saat anak-anak kecil sedang mengaji dia juga berjualan di masjid, sedikit demi sedikit laba berjualan ia kumpulkan dalam kaleng yang ia titipkan di budeku. Hingga jumlahnya hampir mencapai 200.000. Daaaaaaaaaan, tante ku sebut saja tante sinta yang keadaan ekonominya tidak mampu mau meminjam sebagian uang hasil jualan nya. Padahal suami tante sinta punya banyak kelebihan. Dia masih sehat wal afiat, berbadan bugar, lebih muda dari umur tanteku yang berjualan itu, dan gagah. Hanya satu kekurangan dia yaitu tidak punya pekerjaan. Kalau diusut-usut lebih lanjut mungkin lebih tepatnya kekuranganan oom ku adalah malas  untuk mencari pekejaan dan menafkahi keluarganya, akhirnya tante usaha luntang lantung mencari pinjaman. 
Baiklah, kalau sekarang aku bertanya pada kalian “Apa yang ada dalam pikiran kalian saat ini?” Sebelum kalian menjawab pasti aku akan bilang “Ya, itulah ironi yang menginap di pikiranku selama ini”. The end of story.

Senin, 03 September 2012

Bad Habit : Lost My Feeling

Now, I wanna share what I have, and I'll ask you for a solution. I've had a really bad habit since I was in junior high school. No no no no, exactly since I was in elementary school. What is it? I'm easy to lose my feeling, in Indonesia most of people say 'ilang feeling' or 'ilfeel' to someone loving me but he doesn't look like my criteria, no the case isn't like that, I will lose my feeling to someone loving me who has an attitude that stimulate my brain cell to lose my feeling, it seems like same as my statement before-_- OMG! It's really not fair, isn't it? because I do know that loving someone is everyone's right, and there is no one can forbid it, right? and I know I will be very sad if I am on his position. Yeah, Knowing person I love, lost his feeling to me, painful. I don't wanna lose my feeling for someone anymore. So what must I do now? I have to tell him, that he has to stop loving me, because if he still love me, I will lose my feeling for him. NO! it's BIG NO, I've just thought like an animal just now. Must I keep silent and let my self lose my feeling for him? easy case and rather complicated. Now, I really need your solution for this case, I do wanna change my bad habit. Thank you :)

Selasa, 24 Juli 2012

OMW to the STAR pt.2

Mau ngelanjutin postingan yang kemarin, setelah sempat males buat postingan selama beberapa hari. Check it out~
***
Waktu itu aku memilih panlok Malang, karena banyak orang yang bilang kalau aku memilih perguruan tinggi di Jogja dan Malang, maka aku harus memilih tempat ujian di Jogja atau Malang juga, katanya biar masuk. Padahal bukan seperti itu aturannya-__- harusnya seperti ini:
Peserta harus memilih tempat ujian yang sama dengan regional salah satu perguruan tinggi yang peserta pilih.
Jadi, kalo aku pilih Jogja dan Malang, aku bisa milih panlok Surabaya atau Solo. 
Tapi karena banyak yang nyaranin untuk ujian di Malang, akhirnya aku ngikut juga._.v Lokasinya di SMAN 8 Malang. 
Aku belajar setiap hari, karena aku nggak mau gagal. Lumayanlah, tapi juga ga maksimal. Grade jurusan yang aku pilih benar-benar tinggi T.T 
Aku suka ngambil resiko._.v 


Di Malang aku tinggal di rumahnya saudara teman seperjuangan yang ikut snmptn tulis juga. Aku juga ga henti-hentinya berdoa. Semenjak aku tidak lolos di snmptn undangan, hubungan antara aku dan Allah jadi semakin dekat. Inilah yang aku suka dari sebuah kegagalan :)
Aku memang percaya kalau kepintaran manusia benar-benar ikut andil dalam snmptn tulis ini, tapi aku lebih percaya lagi bahwa ridlo Allah berandil lebih besar, everything possibly happen. Hari-hari yang aku tunggu pun tiba. Percaya apa nggak, aku tidak pernah merasa se deg-deg an ini untuk mengikuti tes apapun, serius. Ini efek takut gagal, tapi aku berusaha menghilangkan rasa grogi itu, ibu sedari tadi sudah telpon dan menenangkan, dan sekarang aku sudah siap.

Seperti ini nih suasana pas snmptn membeku kan-___- sebenarnya itu cuma perasaan kita aja sih yang over.


Hari 1 (Tes Potensi Akademik, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) 
OMG ini pertama kalinya aku ga selesai baca soal TPA. Come on, try out di bimbel dengan waktu yang lebih sedikit aku bisa nyelesain sampai akhir-_- pasti efek grogi. Lagipula kelas ujian ku saat itu waktunya dipotong 10  menit, kelas lain belum pada selesai ngerjain, eh lembar jawaban kelasku udah pada diambilin. Tak apalah, ini takdir Allah. wkwk seperti itulah aku. Apa yang terjadi baik atau buruk, itu sudah takdir. Toh aku sudah usaha.

Hari 2 (Tes Matematika IPA, Fisika, Biologi, Kimia)
Percaya apa nggak aku mengerjakannya dengan sangaaaaaaaaaaat hati-hati. Aku hanya menjawab apa yang  aku yakin benar. Sebenarnya ada beberapa soal yang aku temukan jawabannya, tapi karena aku ga yakin benar akhirnya ga dijawab, dan aku pasraaaaaaaaaaaaaah :'((

Selesai snmptn aku sedikit stres gara-gara yang aku jawab cuma sedikit, aku takut nggak lolos, tahu ku cuma snmptn lah yang bisa buat biaya kuliah jadi sedikit lebih murah. Aku cuma nggak mau merepotkan. Whatever will be will be lah. Aku selalu inget kata-kata yang sudah aku diskusikan dengan temanku:
Biarlah Allah yang berkuasa, percayailah apa yang akan terjadi besok adalah apa yang kamu benar-benar butuhkan besok. Sebagian orang beruntung, karena apa yang mereka butuhkan adalah yang mereka inginkan. Tapi sebagian orang lagi buta dengan keinginan mereka yang sebenarnya tidak dibutuhkan. 
Wah, kata-kata yang super itu sangat manjur untuk menenangkanku.  

to be continued...

Kamis, 12 Juli 2012

It's For All

Hehehe sorry kalo postingan yang ini repost dari posting di note facebook ku. Ga tau kenapa sukaaa banget sama postingan ini. Ini proyek waktu ultah ku yang ke 16, by the way buatnya sehari sebelum ultah, tapi baru bisa posting di facebook 14 Desember 2010,2 hari setelah ultah :(( Isinya gak hanya posting biasa loo, there are something different. Okee langsung capcus, check this out :D
***

Setidaknya sekarang aku sudah menginjak umur yang lebih tua dari sebelumnya. 16 tahun bukan angka yang mudah diucapkan seperti 1, 2, 3 , 4 yang hanya terdiri dari dua suku kata. Rintangan lambat laun mulai terangkai dalam lajur hidupku. Kalau beruntung dapat terlewati kalau tidak ya jatuh. Haha rasanya terinjak terhempas sudah biasa meski ini baru awal perjalan. Bila masalah sudah bertubi-tubi hati kecilku cuma bisa berbisik everythings gonna be okay, sekedar mengurangi kekhawatiran. Setidaknya di umur ku yang mulai menua ini aku masih bisa berdiri dengan kedua kakiku meski belum bisa dibilang tegak sempurna. Tetap semangat ! Aku bisa berdiri karena ada orang-orang yang selalu berusaha memegangiku, aku tahu dan itu tak dapat dipungkiri. Meski jika aku hampir roboh terkadang aku merasa tak ada satupun yang ada disampingku. Tapi aku tahu itu salah, So sorry :). Aku sadar ku tak mampu berdiri raih semua mimpi tanpa cahya cinta sejati mereka, mereka benar-benar ada until all the trouble fade away.
Sebelumnya di umurku ke 15 aku sering merasa jika aku menjadi manusia yang semakin buruk dalam hati bahkan moral. Bukan karena apa ? itulah fase hidupku saat aku mulai mengenal dunia yang berbeda dengan masa kecilku. Dan itu juga merupakan salah satu bentuk apa yang ingin akuXpresikan, meskipun jatuhnya berantakan. Tapi aku tidak menyalahkan dunia di sekitarku. Yang bersalah hanya aku tak mampu memilah mana yang benar dan mana yang salah. di tahun ke 15 mungkin aku mulai merasakan apa yang dirasakan oleh anak lain seumuranku. semuanya hanya berlalu begitu saja, tanpa adanya usaha dari ku untuk menegakkan rasa itu, karena apa ? karena akuberat tuk mengucap cukup untuk ku kagumi. Perlahan tapi pasti aku mulai mengenal berbagai macam masalah kehidupan yang dapat aku petik dari masalah-masalah temanku yang baru ku sadari, mereka merasakan hal yang lebih berat dari hidupku ini. Perbandingannya jauh. Hanya aku yang sombong berkoar-koar kalau masalahku berat.
Okey. This little [little?] note is For All yang udah berperan dalam hidupku. Berawal dari orang-orang yang menambahkan cap pada diri mereka sebagai orang yang membenciku. Disini aku ga berhak bilangfvck that damn shit atau kata-kata sejenisnya pada mereka. Please dong ah mereka juga merupakan salah satu pengukur baik atau bertambah burukkah diriku. Bila jumlah mereka semakin banyak berarti bertambah buruk so just simple. Tapi apa mungkin mereka itu adalah orang-orang yang iri dengan hidup bahkan diriku? ga berani di depan di belakang banyak gaya, karena rata-rata aku tahu cap mereka bukan dari mulut mereka. Siapa tau ? tapi turn it to positive don’t think to negative aja. Mereka ngecap karena ada sebab. Tenang saja kawan aku tidak membenci kamu :)
Sekarang mari kita bicara masalah teman. Haha teman. Still hot. Teman yang ada saat aku senang dan tetap ada saat aku susah. It’s a good time to say thanks to Glofaria, ABCD, and my lovely homemates.  Aku bangga sama kalian berusaha di sampingku. Meski aku ga bisa menjadi seperti yang kalian inginkan. Aku harap kalian tetap stay on the line of my life dan aku ga akan segan-segan bilang “yo sobat yo sobat jangan jadi pengkhianat!”wow kata-kata yang berat apa jadinya hidupku jika suatu saat nanti aku mengucap itu mungkin aku hanya bisa terkubur dalam detik yang berputar.  Kalian sangat berperan dalam goresan goresan tinta hidupku hanya satu inginku kita tetap berpegang tangan dan saling berpelukan. Aku berusaha ga peduli apa kata mereka tentang kalian dan aku, konflik adalah biasa yang harus kita lakukan hanya merespect perbedaan, kalian ada di hatiku kalian nyata dan tidak hanya fatamorgana. Love ya all !
Sahabat. Kata yang cukup berat meskipun perlahan-lahan akan terucap. Kalian dalam di hidupku. Sahabat terbaik dalam mengejar mimpi teman terhebatku untuk dapat berdiri, kawan yang tepat untuk sharing-sharing hal-hal kecil. It’s all of you. You’re the best one. Meski terlihat maya, goresan sahabat tetap akan nampak dalam hidupku. Take my hand come with meakan kugenggam erat tangan kalian bila kalian terlihat akan tumbang dan satu lagi ini tentang rasa percaya kawan. So just sorry. Tak tau apa sudah layakkah aku di panggil sahabat. Aku hanya lakukan apa yang aku bisa, bukan memaksakan yang tak aku bisa. Mencoba satukan jiwa yang telah tercipta antara kita. Aku yakin suatu saat we gonna rock the world and we wont stop. Love ya too my lovely bestfriend :)
Hater-teman-sahabat-keluarga. Keluarga it’s the only part that always behind me. However I  wanna be. Ibu, bapak, mbak, mas merupakan sosok yang punyai arti besar di hidupku. You always stay with me. Benar-benar menjadi pendamping permanen ku saat galau. Sosok-sosok yang terangi aku dengan cinta slimuti aku dengan kasih. Cinta dan kasih yang tulus tepatnya. Tanpa mendambakan setitik balaspun. Meski sering kali aku menggoreskan sedikit luka  dalam perjalanan mencari jati diri. I can say sorry only. Dan berjanji esok pasti kan lebih baik. Berjalan dengan kenyataan kupastikan semua tetap tercipta dalam lembar-lembar pembuktianku. A big love for ya :)
Last but not least. Sedikit goresan tentang harapan dan asa ku meski seperti bumi ke langit tapi tak apalah. Karena hidup berawal dari mimpi kawan. Namun ini hanya sekian mimpi dalam hati kecil ku. Let’s check this out. Semoga seiring bertambahnya umurku yang tak layak dipanggil anak-anak ini aku bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi seseorang yang benar-benar bisa memilih mana yang benar atau salah, menjadi hamba yang baik, anak yang baik, saudara yang baik, sahabat yang baik, dan teman yang baik bagi kalian semua.  Intinya semoga aku bisa bahagia dunia dan akhirat. Amin. Dan satu lagi semoga kita bisa jadi sang juara bagi diri kita. That’s all. Save our soul and keep respect always. Kalo ga suka di tag ngomong yaa :D[desi.echi.mput.soeb.ev.desput.eph ge syuaibun.mb sem.semprul.ndul]


***
I loooooooooooove it so much, because I got a great appreciation from readers :) 




Sabtu, 07 Juli 2012

OMW to the STAR pt.1

Tanggal: 26 Mei 2012
Semua teman-teman tidak sabar menunggu hasil ujian nasional ditemani dentum jantung yang hampir mengalahi bedug lebaran, tidak denganku. Kenapa? kabar lulus 100% aja sudah cukup melegakan hati setidaknya dengan kelulusan ada banyak jalan untuk melanjutkan pendidikan kita ketingkat yang lebih tinggi. Masalah nilai? ah, itu urusan lain antara usaha kita dan takdir Tuhan. Aku sudah mulai belajar berserah diri saat itu, siap menerima untuk yang bahagia atau menyakitkan sekalipun, karena sudah terbayang dipikiran nilai MTK yang gak maksimal, nilai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang gak meyakinkan. Aku siap menerima kalah taruhan dari kakak lakiku. Aku bertaruh kalau nilai rata-rata UAN ku 9, dia bakalan berhenti merokok. Pyuuuh. Tapi aku selalu percaya ada kekuatan lain diluar kemampuan kita, kekuatan Allah, aku selalu yakin itu. 
Subhanallah!keyakinanku terbukti aku mendapatkan 55,50. YEEEEEEEEAY! Aku menang dari segalanya. Akhirnya aku bisa ngasih hadiah buat mereka yang menyayangiku, sayang saat itu aku benar-benar merasa malu pada Allah. 
selain pengumuman UAN, kala itu ada kabar pengumuman SNMPTN undangan. Seperti biasa aku sudah pasrah. Waktu itu aku memilih...


beberapa menit sebelum pengumuman aku sudah stand by di depan laptop. Akhirnya waktu itupun tiba daaaaaaaaan.

Aku seperti dihantam Sandsack yang biasa aku pakai latihan silat-_- mau tertawa tapi tak bisa. Aku yang ditemani bapakku saat melihatnya cuma bilang "Pak, aku gak lolos." Layaknya seorang bapak dia menenangkan ku dengan caranya sendiri, handphone yang mulai tadi ramai menanyakan hasil undangan, aku jawab dengan sedikit mengawang dan tiba-tiba handphone ku berdering. Ada tulisan ibu di layarnya. Sial, mati gue. Ya aku bakalan mati karena saat pertama kali dengar suara ibu, akan turun ribuan air dari mataku. Aku berusaha menahan dan menimpali semangat-semangat yang ibu koarkan dengan pasti seakan-akan hatiku tenang. Alhamdulillah aku bisa menahannya saat itu. Banyak text message masuk ke hape memberi semangat gini gitu, mereka orang-orang yang selalu ada._.

Sebenarnya aku sudah siap menerima semua ini. Waktu itu pertugas bimbel snmptn ku sempet tanya.
Petugas bimbel   : Sudah siap menerima apa pun yang terjadi ?
Aku                     : Sudah pak sudah sangat siap (dengan nada mantap)

Seperti itulah siapnya aku menjawab pertanyaan sebelum pengumuman, dan faktanya aku jatuh terlalu dalam ke kubangan pikiran yang berlebihan. Tapi aku ga pernah menyesal untuk hal seperti ini, mengambil sesuatu yang penuh resiko memang berat, termasuk waktu kita mengambil resiko. Beberapa temanku lolos dalam snmptn undangan ini, setidak nya ada penghibur waktu aku sedih, yap kelolosan merekalah yang buat aku tersenyum lepas di tengah kesedihan.

Parah dalam kesedihan ku kali ini, sebenarnya aku tidak mau lebay, tapi aku terlalu mendalami peranku. Bayangkan baru kali ini aku tidak nyenyak tidur, bahkan tidak bisa tidur selama.... yap 2 hari! gila sumpah, aku gak tahu kalau efeknya sampai seperti ini, aku bahkan tidak sempat memikirkan untuk makan dan kegiatan harian lainnya, kecuali sholat, karena cuma sholat aja tempat ku bisa menceritakan semua luap-luap di hatiku, cuma saat sholat aja aku bisa sedikit tenang. Keluarga ku bilang aku stres. Aku berusaha menangkal. Aku hanya kepikiran jurusan apa yang akan aku ambil untuk SNMPTN tulis tahun ini, aku tidak mau gagal aku tidak mau gagal, impianku masih benar-benar membumbung, tapi aku takut untuk jatuh ke dua kalinya._.

Salah satu sms yang bisa buat aku nangis darah adalah dari... Mbakku :'((

Mbak Enis
Seberapa besar peluang kamu untuk mencapai kesuksesan itu sebesar keyakinan kamu untuk memperjuangkannya Dek..... So harus tetap sm pilihanmu..Harus optimis....:D

Satu minggu setelah pengumuman aku pakai untuk MOVE ON, ya aku gak ingin berlarut-larut dan aku sadar tidak lulus snmptn undangan memang membuat keluarga dan temanku sedih, tapi aku seperti ini akan membuat mereka jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih sedih.

aku jadi inget ini.

Lakukanlah semua itu sampai batas terjauh. Marahlah sampai kita tahu kemarahan kita itu serba berlebihan dan membuat kerusakan. Menangislah sampai kita tau bahwa pada saatnya kita harus berhenti. Tertawalah sampai kita menangis. Suatu hari kita akan tahu bahwa untuk melakukannya tak perlu sejauh itu. Marahlah ketika ingin marah, lalu sudah. Menangislah ketika ingin menangis, lalu sudah. Tertawalah ketika ingin tertawa lalu sudah. - Hidup Berawal Dari Mimpi (book)

Setelah bimbel yang aku rasa belum maksimal, dan diskusi sama beberapa orang terdekat. Pada saat pendaftaran SNMPTN tulis, akhirnya aku mengambil resiko lagi. Yap aku memilih Pendidikan Dokter UGM dan Tk. Sipil UB. Yeaaaaah. Perjuangan di mulai dan aku tidak mau mengecewakan orang tua. Aku harus dapat pendidikan murah. Harus!!!!


NB: kenapa aku memilih Pend. Dokter UGM? itu adalah impian ibuku, awalnya aku benar-benar tidak mau memilihnya, tapi aku akan merasa bersalah kalau tidak berusaha mewujudkannya, lagian aku sudah jatuh cinta dengan JOGJA. Kenapa aku memilih teknik sipil UB? sebelum terpikir untuk memilih kedokteran, aku sudah tertarik dengan teknik sipil, hanya tertarik dan suka. Lagipula, malang adalah kota yang nyaman. Jadi kenapa enggak?



Kamis, 05 Juli 2012

Review: Respect & Unity For All - Bondan F2B 4th Album

Hi readers! World knows that I'm the big fans of Bondan Prakoso and Fade 2 Black and I'm reaaaaaaaaaally happy to know their 4th album has launched, I can't wait to see their extraordinary music composing. Yesterday, I've heard one by one their amazing song, and today I wanna make a review about Bondan and Fade 2 Black Newest Album. I had made a promise to my followers that I would do that last night, unfortunately I spent the night on bed only wakakak :D So I'll do it now. Check it up people :)
***
Title                         : Respect & Unity For All
Artist                       : Bondan Prakoso a.k.a Mr.B ( Vocalist, Bassist, Composer, and producer) 
                                   Tito Budidwinanto a.k.a Titz (Rapper)
                                   Danial Rajab Fahreza a.k.a Lezzano (Rapper)
                                   Nazir a.k.a Santoz Ariego (Rapper)
Launched on           : 27 June 2012
Genre                       : Combination a lot of music genre \m/

Respect & Unity for all is the newest album of Bondan and Fade 2 Black, a music project collaboration. Interestingly, Album which was launched on 27 June 2012 is the result of making, combining, remixing, and repackaging of their albums before. This album contains 10 super amazing song, there are : 
1. Respect & Unity For All
2. Tak Terkalahkan
3. Tak Sempurna
4. Pelita Hidup
5. Manusia Sejuta Perkara
6. Cahaya Sejati
7. Game of Life
8. It's Not a Good Bye
9. Bring it
10. Home

Oh my god that songs is extremely perfect, and I'm proud to be Rezpector (Bondan and Fade 2 Black fansclub)

The differences this album with their other album is in this Album Bondan and Fade 2 Black add a techno music and a disco, yeaaah it looks like they following the nowadays music in the world, you can found it in Tak Terkalahkan, their first single in this album.  Bondan and Fade 2 black don't have their own genres of music, so they combine a lot of music genres into a song, and you will be excited to know how is the result of combining. This is the differences between Bondan F2B and the other musicians.

One song have made me thunderstruck is Respect & Unity For All, like as the title, this song is result of mixing Respect (2005), Unity (2007), and For All (2010) song. Every verse of Respect & Unity For All song contains their lyrics, take a rock funk genres, I can't say anything about this song, because it's really really really really amazing for me. Do you know I couldn't close my mouth when I was hearing this song at the first time, I'm shocked by their ability in music. Beside Respect & Unity for All, there are some songs which take some lyrics from their previous album, like as Cahaya Sejati from Cahaya Cinta Sejati (2005), Home from Feels Like Home (2005), and It's Not a Good Bye from Last But Not Least (2007). 
One of a new music in this Album, applied in It's Not a Good Bye, you can feel the rhythm of Tango dance music, I don't know what genre it is because I'm not a master of music (wakakak :D).

Many life lesson you can get from this Album, because song in this album is not only about love love love love love like most of song in Indonesia, It's about how to respect our struggle for life, respect our Mom, Respect everyone and everything. It teaches us how to participate realizing the unity. It's for everyone, doesn't look your age and doesn't look you occupation, because it's for all.

Respect & Unity For All album will be Bondan F2B last work :'( because their contract is only available for 4 albums only, I'll be miss you All, My Inspirations. So that, I think, this Album is the most must have item in this year for you all, moreover you are a rezpector. Don't support a plowing by downloading songs using internet, respect the effort of a good musician by buying their album in the CD's shop :)


On the stage w/ audience background :D


Bondan f2b and crew with new logo shirt which have meaning as equality



Sabtu, 23 Juni 2012

Respect and Love



Mungkin quote diatas sudah terpatri di telinga-telinga orang-orang Indonesia atau bahkan orang luar Indonesia. Gimana nggak, mulai kecil setiap ada hubungan sosial antara yang muda-tua selalu dikoar-koarkan quote itu. Emang sih setiap quote intinya bakalan ngasih efek bagus untuk manusia tentang filosofi hidupnya, tapi kadang ada beberapa quote yang membuat aku jadi mikir dua kali, salah satunya quote diatas.


Ada beberapa hal yang mengganjal di otak:
1. Apa hanya orang yang lebih tua aja yang harus dihormati?
2. Apa hanya yang lebih muda yang harus menghormati?
3. Apa hanya orang yang lebih muda yang harus disayangi?
4. Apa hanya yang lebih tua yang harus menyayangi? 

Pertanyaan nakal yang padahal aku sendiri tahu jawabannya. Yap, jawabannya mutlak TIDAK

Bentar dengar dulu penjelasanku. Coba kita lihat di sekiling kita, sosial tercipta seakan-akan ada diferensiasi antara yang muda dan yang tua. kata 'Hormati yang tua' menunjukkan bahwa orang yang tua adalah segalanya yang berkedudukan paling tinggi, Banyak kejadian menyiratkan akibat penghormatan berupa rasa meremehkan ke yang lebih muda, coba ingat apa kamu pernah melakukan hal yang sama ke adik kelasmu, atau mungkin ke adikmu ? beratnya kata dihormati dipikiran mereka mampu melupakan makna menyayangi yang harusnya dilakukan oleh orang yang lebih tua. Bila ini terus terjadi  nggak akan ada kemenarikan hubungan antara sang tua-muda, yang muda akan malas menghormati, dan pastinya nggak akan ada lagi rasa sayang dari orang yang lebih tua. Hilang semuanya.

-Harusnya mereka harus saling hormat dan saling sayang tanpa memandang umur-

Iya itulah yang ingin aku katakan. Bentar, tapi baru saja aku sadar arti quote itu sebenarnya: Mungkin hormat adalah salah satu bentuk rasa sayang yang lebih muda ke yang lebih tua, dan mungkin sayang adalah salah satu bentuk rasa hormat yang tua ke yang lebih muda. Ya itu, akhirnya aku menemukan jawaban dari empat pertanyaanku tadi. 

Sebenarnya aku agak pusing mengungkapkan apa yang ada dipikiranku saat ini, mungkin kalian juga agak pusing membaca posting ini, tapi nggak apa lah aku sudah menemukan jawaban yang lebih tepat dari sekedar TIDAK untuk diriku sendiri. 

And this gift I give for you, orang-orang yang sudah mau rela meluangkan membaca posting yang agak memusingkan ini dan orang-orang yang saling hormat dan sayang. 

Respect - Bondan Prakoso and Fade 2 Black

Permisi seribu permisi kami disini
Mencoba menghindari stagnasi bukan basa basi
Saat putaran global bumi berotasi
Aliran darah terpompa tepat waktuku berkreasi

Universal fatal! Bila kau dan aku tak bisa bersatu
Karena ku disini tak ingin kita ber adu padu
Tetap bersatu
Setiap insan dapat bebas lepas, freedom freedom!!

Hormati seribu hormati
agar kau dan aku tetap disini bereksistensi
Ku takkan lepaskan peluru dan kau tetap simpan amunisimu
Bahkan sang waktu memberi ruang tuk kita tetap maju

Reff: 
Tanpa perbedaan sama rata dalam roda kehidupan
Kita berdiri dalam dunia yang menawan
Hidup adalah pilihan
Yang kuat kan bertahan, yang lemah berantakan.. (2x)

Konflik adalah biasa
Tapi please tetap optimis agar kau tak binasa
Sebelum dirimu eksis yang dulu still statis
Tinggalkan alam morfinis kelak kau kena black list

Diriku tak peduli siapa dirimu
Kebersamaan antara kau dan aku
Kesempatan bersama untuk tetap maju
Raih semua itu diantara jalanan berdebu

Kau dan aku, Mereka dan kita Satu
Hendak gemparkan galaxy sperti sekompi serdadu
Tak peduli kau muda tua atau minum susu
Masih nebeng orang tua 
Ayo smua kita maju

Berat like Jhonny Walker, ringan bak Peter Parker
Kusimpan kebencian rasa dendam dalam loker
Terkunci, dalam ruangan gelap nan bersekat
Yo sobat yo sobat jangan jadi pengkhianat!

Ayo semua melompat semangat walau tersesat
Kalo yang sensi jangan cepat ambil asumsi
Toh, gue rasa lo semua bisa jaga emosi
Emosi, emosi, emosi dalam diri!

Cepat cepat cuci otakmu yang kotor
Disintegrasi ini kan selalu meneror
Terus melaju walau tidak tampak
Racuni setiap inci dalam detik yang terus berdetak




Sabtu, 16 Juni 2012

Universitas Kehidupan


Catatan Dahlan Iskan
Penulis: Tim Andriewongso
Sabtu, 16 Juni 2012

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan

Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit


Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat...Tetap sabar....Tetap tersenyum...! Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.

TUHAN menaruhmu di "tempatmu" yang sekarang, bukan karena "KEBETULAN".

Orang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan

MEREKA dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.


(Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan")


***
Tidak tahu kenapa ada yang menggelitik hati saat membaca saduran Sepatu Dahlan. Deretan kalimat yang menyadarkan sesuatu yang hanya kita sendiri yang tahu. Keep smiling people :)) everything's gonna be okay right?


Jumat, 08 Juni 2012

Benar Salah

Kamu berkata benar
Kamu berkata salah
Ini salah itu benar
Benar ini itu salah
Salah itu kalau benar
Benarkah kalau salah 
Salahkah kalau benar
Tak benar, salah
Salah, tak benar
Aku salah 
kamu benar
Salahkah aku 
Benarkah kamu
Benar
Salah
Jika aku sering salah apa kamu selalu benar?


EvDesi 6:44 PM 



Selasa, 22 Mei 2012

Special Posting pt.2


                  Tahukah kamu, aku juga merindukan kamu yang dulu pernah menyampaikan keinginanmu untuk menghabiskan malam minggu dengan ku. Anak muda banget, tetapi maaaaaaaaf sekali, saat itu mulutku terlalu kaku untuk mengatakan ayo, kamu pasti tahu sebenarnya aku mau sekali, kejadian ini berulang saat kamu sudah tak ada kabarnya lagi, kalau tidak salah saat aku kelas 2 SMA, sore menjelang magrib, saat itu aku dan temanku bertemu denganmu sedang bersama teman-temanmu di jajanan pinggir jalan dekat sekolah, temanku mengajakku berhenti dan memintamu untuk mentraktir kami. Akhirnya kita di traktir kamu, yang selalu antusias menceritakan segala hal, obos. Saat itu hari Sabtu, kalau tidak salah kamu berkata seperti ini “Duh, aku malam mingguan sama sapa ya? Nyari anak smea ah buat nemenin malam mingguan ini.” Tiba-tiba temenku nyeletuk “ Sama ep looo, kan enak.” Kampret. Tiba-tiba jantungku berhenti. Sambil menggelengkan kepala dengan muka gak karuan aku berkata “Laaah”. Maaaaaaaf sekali lagi, bukannya aku gak mau sepertinya aku terlalu gengsi untuk berkata iya, atau mungkin seperti kelas 1 dulu aku terlalu kaku untuk berkata iya, padahal aku mau, sangaaaaaaaaaat mau. Oh yaa, waktu kami ditraktir olehmu, kamu juga sempat mengeluh kepadaku, di malam kita keluar berdua, yang ujungnya harus pulang lebih cepat karena tidak tahu harus kemana. Maaf juga untuk hal itu, kamu pasti tahu SMA ini aku jarang keluar rumah apalagi untuk nongkrong, jujur aku tidak tahu mau kemana , kali ini aku menyalahkanmu harusnya untuk bisa berdua denganku kamu yang menentukan kemana kita harus pergi. Satu kesempatan berdua lama denganku gagal. Oh ya aku merindukan nyamannya di bonceng olehmu, meskipun itu terjadi hanya beberapa kali, karena kita lebih sering bersepeda berdampingan. Aku ingat, waktu malam-malam sekitar pukul 11, kamu menjemputku karena aku memintamu, maaf sekali, baru sampai rumah aku tahu ternyata bapakku telah menjemputku juga. Tapi, jujur aku berterima kasih pada Tuhan yang memberikan waktu untuk kita berdua di jalan kala itu, aku benar-benar menikmati berada di boncenganmu yang saat itu memakai kemeja putih, berjalan di jalanan yang sangat lengang malam hari. Oh my God, bagian ini lah yang sering terungkit-ungkit di pikiranku, manis.  Oh ya kamu pasti belum tahu ya kalau aku suka melihat punggungmu waktu pergi meninggalkan rumahku. Punggung yang dempal. Aku sangat ingat pula waktu kamu berkata “Kita Selamanya”, aku juga ingat temanku menyampaikan salam kepadaku tepat di malam perpisahan kakak kelas, bahwa kamu kangen kepadaku. Manis!

                   Ada beberapa hal yang membut aku memberikan kesimpulan kalau kamu menyukaiku.  Ingatkah kamu saat ini? waktu kamu sedang bersama teman-temanmu di sebuah kafe, dengan tidak sengaja bertemu dengan aku dan 2 temanku, yang memang berniat untuk ke kafe itu. Saat kami datang, teman-temanmu sudah berniat pulang , namun kamu dan salah satu dari mereka menetap di kafe itu dan bergabung bersama kami. Kalau aku tidak salah dengar temanmu itu berkata, “ Pantes gak mau pulang, ada Ep-_-“. Temanmu yang juga temanku itu begitu cepat mengatakannya , membuat aku tidak begitu yakin. Oh ya ada satu hal lagi waktu kamu dan beberapa temanku di kelasku, kamu tiba-tiba berkata” Ini loo, ngejer Ep kok ga dapet-dapet.” Semua temanku tertawa, menggoda, dan sebagainya. Mungkin mereka saat itu berpikir bahwa omonganmu adalah gurauan, tapi aku tidak, jujur saat itu aku yakin bahwa omonganmu adalah fakta, dan kamu pasti ingin mengiyakan kan? Ah sudahlah tentang kamu, itu kenangan-kenangan manis kelas 1 SMA yang aku kumpulkan satu persatu hanya untuk menyenangkan hati, karena saat kelas 2 SMA kita sudah jarang bertemu lagi, semakin menjauh dan menjauh, mungkin kamu sudah lelah, iya kah? Sebenarnya ada hal mendasar yang membuat aku kadang menolak ajakanmu: kamu sudah punya pacar yang putus nyambung saat mendekati aku dan kekurang jelasan kamu saat mengatakan apa yang ingin kamu katakan, akhirnya membuat kata-katamu mengabur dan tidak pasti. Tapi tak apa lah, ini sudah menjadi kenangan yang sangat manis melekat di pikiranku. Aku tak menyesal. Sampai saat kelas 3 aku ada waktu berkunjung di event sekolah kita, saat aku bersama teman-temanmu bercanda, dari jauh kamu melihatku, lalu menghampiriku, kita berjabat tangan, dan aku pergi, maaf aku terlalu rapuh berada di dekatmu, entah mengapa canggung. Tahukah kamu, sekarang aku ingin sekali mengobrol denganmu hanya berdua, menanyakan kebenaran kalimat-kalimat dalam tulisan ini. Hanya untuk sekedar tahu. Hehehe

Your beloved friend,

DPK

Special Posting pt.I


Pukul 02.45 Dini Hari (Rabu, 23 Mei 2012)

Tulisan ini untuk kamu,

                  Jika aku ada di sebuah titik dalam grafik yang berbentuk parabola, mungkin sekarang aku sudah berada di puncak grafik, atau harusnya aku tak usah bertele-tele, berusaha menghindar, dan memungkiri untuk berkata pasti karena aku bukan mungkin berada di puncak grafik, tetapi pasti ada di puncak grafik kerinduanku terhadap kamu. Jangan berkata #eaaa atau sejenisnya karena aku ini bersungguh-sungguh. Sayang, aku masih tidak tahu apa grafik ini bernilai positif atau tidak. Barusaja lubuk hatiku berbisik, “Kerinduanmu terhadap dia selalu menjadi positif, Ep” baru saja pula aku membenarkan ucapan hatiku tadi karena kerinduanku terhadap kamu membuat warna kelabu yang ada dalam kanvas hidupku bertransformasi menjadi merah yang membara-bara. Kenangan-kenangan tentang kamu bersatu-padu membentuk sebuah koloni yang cukup besar mendorong otakku untuk memikirkan kamu secara berkala, sebetapa hebatnya kenangan itu. Padahal kamu bukan siapa-siapa ku.

                  Kamu hanyalah orang yang aku anggap menyukaiku dulu, karena gelagat mu. Kesimpulan yang terlalu cepat kah? Aku harap tidak karena aku senang kamu menyukaiku. Dulu, waktu kita sama-sama kelas  1 SMA, kamu senang menemuiku ya? Baru aku sadari beberapa hari ini, sebetapa seringnya dulu kamu menemuiku, hampir setiap hari datang ke kelasku, entah apa tujuanmu . Hanya ingin berbincang  atau melihat muka ku. Baiklah, kamu tahu kini aku mulai GR dan semakin anarkis membuat kesimpulan-kesimpulan tentang dirimu. Dulu, kamu sering menggodaku ya? Berusaha membuat aku mengeluh, entah apa untungnya itu untuk kamu. Dulu, kamu sering membuat kita seakan-akan ada dalam sebuah pertikaian ala anak SD ya? lucu. Ingatkah kamu sore-sore saat semua kelas sudah sepi hanya tinggal kamu, aku, dan temanku,  salah seorang teman ku berkata kepada  kita, “Kalian seperti kakak adik ya?” aku memang mengiyakan pertanyaan itu, tapi tak sepenuhnya karena aku merasa sesuatu yang lain dari kamu. Biasanya waktu pulang sekolah kamu tidak lewat depan kelasku, entah mengapa sekitaran waktu itu kamu sering. Aku merindukan bagaimana kamu menepuk-nepuk kepalaku, mencari cara agar bisa dekat denganku, mencoba memelukku dengan cara yang lain. Menggelitik sekali. Kamu sempat menambah frekuensi untuk betemu denganku, tidak hanya lewat sekolah. Sebetapa beratnya ide kamu itu, tapi kamu berhasil bertemu dengan ku setidaknya seminggu 2 kali di luar sekolah. Mengapa kamu bisa tahu tempat itu, mungkin aku pernah bercerita kepadamu saat kamu dan temanmu yang juga temanku datang ke rumahku sore hari untuk bersilahturahmi. Oh ya, aku merindukan betapa seringnya kamu berkunjung ke rumahku dulu, meskipun hanya untuk meminjam buku. Bagaimana dulu kita sering bersepeda motor bersebelahan di jalan raya, berbincang. Hingga akhirnya kamu dan aku berhenti di rumahku, untuk meminjam bukuku. Manis, sangaaaaaaat manis sekali bagaimana kamu mencari ide-ide unik untuk menemuiku.

To be continued...

Sabtu, 19 Mei 2012

They Said ---

Hi There! Feel so awkward now, because actually I don't know what must I type. But I can refuse, there is something pulling to fill this blog with a posting. Okee start it now !

***

Each of day that god had given for us has itself power. Something valuable for our future and we get it for free. Yeah, you are right, that is lesson.  
Experience is our best teacher
I don't know who had made this quote, but really I believe this quote for sure. After this, I gonna write some word that is told and written by my friend along this week, which finally make me realize how must I behave actually.

#1. You hurry in making a conclusion Ep, moreover you look on one point of view only. -D-
Aku memang terlalu senang untuk berkutat dengan dunia ku sendiri, bergaul dengan opini-opini sendiri. Menyatukan apa kata orang-orang dengan apa yang aku pikirkan, dan dengan tak sadarnya membuat suatu kesimpulan yang sedikit ngawur, itu salah. Harusnya tidak seperti itu, aku yakin kalian tahu bagaimana sebenarnya.

#2. Do you know? In my SHS, I don't have any close friend yet. Why? Because, I'm afraid influence and be influenced. -N-
Okey, dari kata-kata itu aku jadi lebih sadar bagaimana pergaulan sangat besar kemungkinannya menularkan pengaruh kepada kita. Mulai dari baik sampai buruk-buruknya. Tapi tiba-tiba aku mikir. Sebenarnya kalo kita bersikap baik semua pasti akan berjalan baik-baik saja, without any fear haunting. Secara, kita bisa menyalurkan kebaikan kita ke orang, bijak mengambil yang dibilang baik sama orang. Sayang, semua orang juga tahu menjadi baik gak akan semudah ngedipin mata, seenggaknya berusaha untuk lebih baik laah.

That's all my friend's word that always dancing in my brain. At the end, there is one quote for me, actually this quote is quite unrelated with this post topic, but there is no bad quote for proper aim.


Senin, 23 April 2012

You and I

Every bitter-sweet of activity we had done together will always has a nice ending. Yes, they live in my cerebrum. Actually I have said to all kind of brain disease not to infect me, because now, the precious thing of you and I, i have, is a memory only.
Sering kali aku berdecak kagum kepada Allah yang mampu membuatku terus-terusan mengingat saat dimana aku dan mereka berpelukan dan merasakan sesenggukan mereka yang terdeteksi saraf-saraf sensori tubuhku.
It's nice, how Allah perfectly makes a thing happened in a right condition
Aku juga selalu berdecak kagum kepada Allah yang dengan kuasanya mampu mempertemukan aku dengan jiwa-jiwa seperti mereka. Jiwa-jiwa yang berbeda, tapi menjadi suatu yang saling melengkapi bila bersama.
No, It's not a good bye, cause we believe for tomorrow. -Bondan Prakoso & Fade 2 Black-
Yak tepat. Aku menangis pada 'Farewell Party' bukan karena menganggap itu sebuah pengakhiran untuk suatu pertemuan yang pernah terjadi hampir dua tahun ini.  Tapi menangis karena tidak bisa melihat wajah-wajah mereka sesering biasanya.  Menangis karena selama dua tahun ini, aku tidak bisa menjadi jiwa yang baik dalam melengkapi mereka. Tapi saat ini aku tidak sedang bersedih karena aku tahu masih ada hari setelah hari ini untuk aku dan mereka bertemu dalam keadaan jiwa yang lebih baik dari waktu itu, karena aku juga tahu : Glofaria's never end, dan karena
It's not the end. It's just the beginning. -Bondan Prakoso & Fade 2 Black-
 Love Glofaria always. *kiss *hug