Recent Posts

Selasa, 30 Oktober 2012

Damn! What I'm feeling is...(n)



Kenapa aku harus memperhatikanmu lebih
Kenapa aku selalu memunculkanmu dalam fatamorgana
Kenapa aku terusik untuk terus mencarimu
Kenapa aku membiarkan mataku menatapmu diam-diam
Kenapa aku terlalu peduli kepadamu
Kenapa aku harus tersenyum dengan kehadiranmu
Kenapa aku rela untuk melakukan apa yang aku tanyakan

Padahal kamu orang yang baru
Padahal kamu belum aku kenal lebih
Padahal kamu tidak sebaik mereka
Padahal kamu tidak pernah menghadirkan dirimu untukku
Padahal kamu bukan pemerhati perasaan orang
Padahal kamu yang selalu seenaknya saja
Padahal kamu yang selalu tanpa berpikir
Padahal kamu yang sering membuatku kesal
Padahal kamu sebuah misteri
Padahal kamu tidak spesial

Kamu hanyalah orang yang hadir dengan perbedaanmu yang baru kusadari itu adalah kekuatanmu.


Senin, 22 Oktober 2012

Who Cares? No one

Hi! long time no see, right? My college takes almost all time of my day, it doesn't mean, i get a class from morning to the evening, I mean everything related to college makes me busy, for example TASK. HAHAHA
But, now I'm back with a little quote from my friends.

There's only 2 things you have to remember. Those are person kindness for you, and your mistakes for them. There's only 2 things you have to forget. Those are you kindness for people around you, and their mistakes for you. -M.Faizal

Kamis, 06 September 2012

New Environment New Friends



Readers, now I wanna tell you about my new friends in college~ yeaaaah I’m a college student now B) I really give thanks to Allah, who takes me to this awesome environment, with a good friends too in civil engineering. Although, my college is placed in East Java, there are many student come from the other province, like as Borneo, Jakarta, Sumatra, Nusa Tenggara Barat, Center Java, West Java, and… others. A different culture, different people, and different language make relation between us become special. Sometimes I often laugh alone to see these differences, that’s funny but I can’t help to keep my mouth to say this relation really NICE. We just met in 10 days, but we try to keep in touch and know each other really hard to make us compact. Many activities we have done, beginning from happy, tiring, and sad activity. One of tiring activity is following orientation for new college student. Pyuuh, second time I wanna laugh is when our mental be pressed by our senior wakakak. Just imagine it! The 140 of us is placed in a room, sitting on the floor, bowing, forbidden to say something, forbidden to sleep absolutely, and we were surrounded by up to 40 seniors. And do you know what senior did? They screamed aloud and asked us with maaaaaaaaaaany questions about our attitude and what we had done in orientation time with a high volume and distance between our face and their face less than 10 cm. WOW! I just wanted to say PUKPUK to my friends sitting in the side at the time, because they not only got a high volume only but also a high acceleration of senior’s spittle lay off :’((
Okey stop telling that little funny orientation and back to our topic. Yeah, to make relationship between me and my friends closer, we often make a gathering and these are the picture when we had futsal 2 days ago. 
From Left: Karina, Stefan, Mbak Lina, Riezka, and Filki

2 people in the center: Hanif and Bayu


Riezka

From left: Sarah, Karina, Nanda, Paun, Janete, Rahma








Blink featuring Bharly Idol

Riota and Lina <3


Faizal and Nanda <3

From Left: Lina, Riezka, Filki, Caca, Rahma, Bunga, Hanif, Me :D



From left: Paun and Avista

Playboy's cover girl

Nuggie and Jannete

From Left: Riezka, Filki, Caca, and Rahma

Up-Left-Right-Down: Caca, Karina, Me, Nafish, Ade, Made, Riezka, Avista, Paun



3 people 'be aware camera': Avista, Karima, and Nuggie

Ironic



Akhir-akhir ini sering muncul suatu ironi yang membentuk sebuah paradoks kait mengait antara opini dan fakta, kadang hasilnya membuat ku ingin tertawa pahit, tersenyum nyinyir, atau senyum yang benar-benar bahagia. Kejadian-kejadian itu ironis, dan aku ingin membagikannya untuk kalian. Hanya sebuah cerita dan pelajaran hidup saja. Ini nyata!
***
Aku punya keluarga besar. Nenek ku mempunyai 12 orang anak, satu diantaranya sudah dipastikan orang tua ku, yap dia adalah ibuku. Ibuku mempunyai seorang adik perempuan yang dulunya sama seperti ibuku dan saudara-saudara ibuku lainnya, entah mengapa saat menginjak usia dewasa tanteku menjadi tidak senormal mereka. Dia mengalami sedikit gangguan jiwa. Gangguannya memanglah tidak parah. Dia masih bisa diajak mengobrol atau berdiskusi, dia tetaplah menyenangkan seperti dulu, meskipun aku sudah lupa dulu dia seperti apa-_-- tapi itulah dia, menurutku dari ribuan bahkan jutaan orang yang pernah bertatapan muka denganku hanya dialah satu-satunya orang yang benar-benar ikhlas dalam menjalani hidup, ikhlas untuk dirinya sendiri ataupun orang lain, mungkin hanya dialah kenalanku yang tidak pernah menyelinapkan kata ‘imbalan’ di pikirannya dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Mungkin sebagian orang akan mengucilkan  dia saat pertama kali bertatap muka, bahkan aku yakin anak kecil akan takut melihat dia karena baju usang, rambut acak-acakan, beberapa karet di pergelangan tangan, sekitaran 4 bando di kepalanya, dan seringnya dia berbicara sendiri. Anehnya setelah beberapa pertemuan banyak orang yang akrab dengan dia, semua sepupu dan keponakanku akrab dengan dia, orang dan anak-anak di sekitar rumah pakdeku, tempat dia tinggal,  semua pedagang keliling, akrab dengan dia. Tak ada satupun orang yang memandang remeh, kecuali mereka-mereka yang kelainan hati akut . Aku sering tanya mengapa dia berpakaian begitu kepada tanteku itu. Bila dibahasakan dengan baik dan teratur mungkin jawabannya jadi seperti ini: ini hanyalah sebuah prinsip, Dek. Dia berpegang teguh dengan prinsip yang pikirannya anut, meskipun itu terlihat ganjil bagi orang-orang, keluargaku sudah memakluminya.
Yang mengagetkan di umurnya yang hampir mencapai setengah abad dia tiba-tiba menginginkan untuk mempunyai sebuah sepeda kayuh, dan kalian tahu apa yang dia lakukan untuk mewujudkan mimpinya? Dia berjulan. Oke, dalam kondisi yang seperti itu setidaknya dia masih mau berusaha. BERUSAHA! Jualannya memang tidaklah seberapa, hanya satu kantung plastik barang jualan. Dalam kantung plastik putih itu ada beberapa snack, permen, yakult, dan rambak. Satu lagi yang aku kagumi dari dia, otaknya dipenuhi semangat yang meluap-luap dan hampir tumpah, dengan semangatnya itu dia tidak enggan memulai berjualan pukul setengah 5 pagi di masjid dekat rumah pakdeku. Yap saat orang-orang sedang sholat subuh, dia menunggu dan menawari mereka saat mereka sudah selesai dengan tugasnya kepada Allah. Entah karena iba atau memang ingin membeli, jualan tante ku selalu laku karena orang-orang itu. Tak hanya subuh, sore hari saat anak-anak kecil sedang mengaji dia juga berjualan di masjid, sedikit demi sedikit laba berjualan ia kumpulkan dalam kaleng yang ia titipkan di budeku. Hingga jumlahnya hampir mencapai 200.000. Daaaaaaaaaan, tante ku sebut saja tante sinta yang keadaan ekonominya tidak mampu mau meminjam sebagian uang hasil jualan nya. Padahal suami tante sinta punya banyak kelebihan. Dia masih sehat wal afiat, berbadan bugar, lebih muda dari umur tanteku yang berjualan itu, dan gagah. Hanya satu kekurangan dia yaitu tidak punya pekerjaan. Kalau diusut-usut lebih lanjut mungkin lebih tepatnya kekuranganan oom ku adalah malas  untuk mencari pekejaan dan menafkahi keluarganya, akhirnya tante usaha luntang lantung mencari pinjaman. 
Baiklah, kalau sekarang aku bertanya pada kalian “Apa yang ada dalam pikiran kalian saat ini?” Sebelum kalian menjawab pasti aku akan bilang “Ya, itulah ironi yang menginap di pikiranku selama ini”. The end of story.

Senin, 03 September 2012

Bad Habit : Lost My Feeling

Now, I wanna share what I have, and I'll ask you for a solution. I've had a really bad habit since I was in junior high school. No no no no, exactly since I was in elementary school. What is it? I'm easy to lose my feeling, in Indonesia most of people say 'ilang feeling' or 'ilfeel' to someone loving me but he doesn't look like my criteria, no the case isn't like that, I will lose my feeling to someone loving me who has an attitude that stimulate my brain cell to lose my feeling, it seems like same as my statement before-_- OMG! It's really not fair, isn't it? because I do know that loving someone is everyone's right, and there is no one can forbid it, right? and I know I will be very sad if I am on his position. Yeah, Knowing person I love, lost his feeling to me, painful. I don't wanna lose my feeling for someone anymore. So what must I do now? I have to tell him, that he has to stop loving me, because if he still love me, I will lose my feeling for him. NO! it's BIG NO, I've just thought like an animal just now. Must I keep silent and let my self lose my feeling for him? easy case and rather complicated. Now, I really need your solution for this case, I do wanna change my bad habit. Thank you :)

Sabtu, 25 Agustus 2012

OMW to the STAR pt.3

hi! jujur sebenernya hari ini aku really really lazy making a post. Tapi, karena aku merasa sudah ngePHP-in kalian semua dengan post tentang OMW to the star yg belum ada endingnya, uhm.......finally here it is.
***
 Hari itu pengumuman snmptn, nggak ndredeg sama sekali karena pasrahnya udah kebangetan. Pagi sampe sore ngabisin waktu sama Dinar yg semakin nambah ga deg-degan, dan malem ngabisin waktu sama Novi plus keluargaku. Meskipun aku ga deg-degan sama sekali, faktanya saat itu aku nggak berani buka web snmptn, padahal udah pukul 19.00, aku cuma belum siap *alibi. Dengan berbagai paksaan dan segala macamnya sampe ibuku datang, aku masih ga mau buka. Nunggu sholat kek, ini kek, segala macam alesan aku keluarin. Padahal hape ku udah pada rame ngomongin lulus snmptn apa nggak. Sampe akhirnya aku benar-benar siap untuk buka pengumuman, dan tiba-tiba hapeku bunyi waktu ternyata dari lisa yg ngabarin aku lolos snmptn di Universitas Brawijaya civil engineering. YEY ALHAMDULILLAH! Finally,I've found my way to the star.

***
Maaf banget postingan kali ini agak garing, tapi bener aku seneng banget waktu itu, seneng karena usahaku ga sia-sia, seneng karena ga harus ngecewain orang tua untuk kedua kalinya, seneng karena Allah melancarkan segala urusan. I hope I can study hard there and be someone who make my parent proud of :))

Selasa, 24 Juli 2012

OMW to the STAR pt.2

Mau ngelanjutin postingan yang kemarin, setelah sempat males buat postingan selama beberapa hari. Check it out~
***
Waktu itu aku memilih panlok Malang, karena banyak orang yang bilang kalau aku memilih perguruan tinggi di Jogja dan Malang, maka aku harus memilih tempat ujian di Jogja atau Malang juga, katanya biar masuk. Padahal bukan seperti itu aturannya-__- harusnya seperti ini:
Peserta harus memilih tempat ujian yang sama dengan regional salah satu perguruan tinggi yang peserta pilih.
Jadi, kalo aku pilih Jogja dan Malang, aku bisa milih panlok Surabaya atau Solo. 
Tapi karena banyak yang nyaranin untuk ujian di Malang, akhirnya aku ngikut juga._.v Lokasinya di SMAN 8 Malang. 
Aku belajar setiap hari, karena aku nggak mau gagal. Lumayanlah, tapi juga ga maksimal. Grade jurusan yang aku pilih benar-benar tinggi T.T 
Aku suka ngambil resiko._.v 


Di Malang aku tinggal di rumahnya saudara teman seperjuangan yang ikut snmptn tulis juga. Aku juga ga henti-hentinya berdoa. Semenjak aku tidak lolos di snmptn undangan, hubungan antara aku dan Allah jadi semakin dekat. Inilah yang aku suka dari sebuah kegagalan :)
Aku memang percaya kalau kepintaran manusia benar-benar ikut andil dalam snmptn tulis ini, tapi aku lebih percaya lagi bahwa ridlo Allah berandil lebih besar, everything possibly happen. Hari-hari yang aku tunggu pun tiba. Percaya apa nggak, aku tidak pernah merasa se deg-deg an ini untuk mengikuti tes apapun, serius. Ini efek takut gagal, tapi aku berusaha menghilangkan rasa grogi itu, ibu sedari tadi sudah telpon dan menenangkan, dan sekarang aku sudah siap.

Seperti ini nih suasana pas snmptn membeku kan-___- sebenarnya itu cuma perasaan kita aja sih yang over.


Hari 1 (Tes Potensi Akademik, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) 
OMG ini pertama kalinya aku ga selesai baca soal TPA. Come on, try out di bimbel dengan waktu yang lebih sedikit aku bisa nyelesain sampai akhir-_- pasti efek grogi. Lagipula kelas ujian ku saat itu waktunya dipotong 10  menit, kelas lain belum pada selesai ngerjain, eh lembar jawaban kelasku udah pada diambilin. Tak apalah, ini takdir Allah. wkwk seperti itulah aku. Apa yang terjadi baik atau buruk, itu sudah takdir. Toh aku sudah usaha.

Hari 2 (Tes Matematika IPA, Fisika, Biologi, Kimia)
Percaya apa nggak aku mengerjakannya dengan sangaaaaaaaaaaat hati-hati. Aku hanya menjawab apa yang  aku yakin benar. Sebenarnya ada beberapa soal yang aku temukan jawabannya, tapi karena aku ga yakin benar akhirnya ga dijawab, dan aku pasraaaaaaaaaaaaaah :'((

Selesai snmptn aku sedikit stres gara-gara yang aku jawab cuma sedikit, aku takut nggak lolos, tahu ku cuma snmptn lah yang bisa buat biaya kuliah jadi sedikit lebih murah. Aku cuma nggak mau merepotkan. Whatever will be will be lah. Aku selalu inget kata-kata yang sudah aku diskusikan dengan temanku:
Biarlah Allah yang berkuasa, percayailah apa yang akan terjadi besok adalah apa yang kamu benar-benar butuhkan besok. Sebagian orang beruntung, karena apa yang mereka butuhkan adalah yang mereka inginkan. Tapi sebagian orang lagi buta dengan keinginan mereka yang sebenarnya tidak dibutuhkan. 
Wah, kata-kata yang super itu sangat manjur untuk menenangkanku.  

to be continued...