Recent Posts

Selasa, 19 Maret 2013

We are In Black

Hari ini kita bersama-sama dalam hitam yang teramat semu untuk dibilang nyata. Semu yang terlalu pekat, hingga menjadi kesempurnaan hitam. Hitam yang pandai menutupi sesuatu. Hitam yang menyimpan ribuan misteri. Hitam yang memendam segala yang jadi lebih baik jika terucap. Hitam yang penuh strategi rahasia. Hitam yang penuh akan kita. Menikmati dalam hitam? tidak juga. Lelah kalau terus bersama hanya dalam hitam. Aku yakin, kita akan lebih indah jika beranjak dari hitam ini dan mulai menginjak suatu yang lebih berwarna. Ini kita bukan hanya aku atau kamu, semoga kita sama-sama mendengar :)

Kamis, 07 Maret 2013

Dunia Berkonspirasi, A.

Bulan tak sempurna berkonspirasi
Beberapa bintang berkonspirasi
Matahari yang masih tertidur berkonspirasi
Angin subuh berkonspirasi
Dunia berkonspirasi bersama kasur kali ini

Menyerangku dengan ketidaknyamanan
Dalam nyenyak pun apalagi
Memberi ruang dengan ujung invasi
Invasi ke dalam otak untuk terus berpikir
Bentuk penjajahan interelasi antara hati dan otak 
yang berujung pikiran tentang kamu
Aku tak kuat bangkit 
Senjata ku sudah habis berperang semalaman 
Aku menyerah
Aku kalah dan bersedia merelakan diriku berpikir tentang kamu dini ini.

 

Sabtu, 23 Februari 2013

The Awkward Moment is Just Happened

Hari Minggu 24 Februari  2013. Allah kembali lagi memberi kesempatan buat aku untuk merasakan hari yang unik. Thank Allah :)
Selesai latian Perisai Diri (Baca: Jogging, karena latian ditunda-_-) sampe kosan udah untung-untung banget jiwa babuku muncul kembali. Aku sangat niat  mau bersih-bersih kosan. Muahaha :D Diawali dari bersihin tempat sampah. Ya pokoknya semua barang-barang yang bisa di kategorikan dalam spesies sampah, aku buang ke tempat seharusnya dia berada. Fyi, gerobak sampah di deket kosan jaraknya cuma sekitar 5 meter dari pintu kosanku. Jadi otomatis aku yang sehari-harinya memakai kerudung, sengaja keluar kosan tanpa berkerudung buat buang sampah. Iyaaa kan cuma buang sampah aja bentaran. Waktu itu di kosan ku cuma ada 2 penghuni, aku sama satu temenku -_- sebut saja Mawar tapi panggil Novita (nama asli) juga gapapa, yang lainnya lagi pada ke gereja. Sepi... Kayaknya temenku itu menikmati banget ngeliat aku sibuk ngubek-ngubek tempat sampah depan kamar sambil dia siap-siap mau pergi sama temennya.
Lanjut... aku keluar kosan dan buang sampah. Di gerobak sampah itu aku radak ribet sendiri, karena sampah yang aku buang itu bukan sampah sembarangan, sampah yang sangat berbahaya ._. (Percayalah. Ini Serius!) Pas lagi ribet sendiri di gerobak sampah, tiba-tiba temenku itu lewat sama temennya, nyapa aku, pamit mau keluar dan pergi.
"Ngapain lagi Des? masih ribet sama tempat sampah?"
"Hehe iya nih" nyengir dan ngeliat temenku pergi.
Setelah urusan dengan gerobak sampah berakhir. Aku balik ke kosan, dan pas buka pintu kosan... PINTUNYA GAK BISA DIBUKA :'' Ternyata sama Novita pintunya di kunci. Mencoba menggantungkan keberuntungan dengan merogoh-rogoh saku, meskipun aku sangat sadar kalo kunci kosan aku taruh kamar. Tapi itu sia-sia :'''''(
Nyoba ketuk-ketuk pintu kosan, barangkali ada keajaiban satu penghuni kosan ku tidur di kamar dan berharap dia dengar gedoran pintu yang sudah di usahakan kerasnya ngalahin tukang pukul bedug masjid yang lagi baru putus sama pacarnya, tapi sama aja itu sia-sia :'''''(
Sempet niat ke rumah teman terdekat buat menghabiskan waktu sambil nunggu penghuni kos lain dateng, sayang aku gak pake kerudung. Kebegoan lainnya adalah aku nggak bawa hape pas buang sampah tadi. Bukan bego sih, wajar tau buang sampah ga bawa hape.
Akhirnya aku nyerah, dan memutuskan menunggu penghuni kosan lainnya datang di depan kosan.
Tapi karena mpet nunggu. Muncullah ide gila di otakku. Yaitu ----> MANJAT PINTU SAMPING KOSAN, yang mudah dan aman dipanjat  menakutkan karena ada tajam-tajamnya di bagian atas. Tapi, aku pikir-pikir lagi. Kalo takut manjat sih nggak, tapi malunya itu loooh. Ntar tiba-tiba pas asik manjat, ada orang lewat dan dikira aku maling jemuran. OMG aku nggak mau hari ini jadi tambah parah, apalagi mulai tadi banyak ibu-ibu pengajian qosidahan yang lewat depanku, sambil ngelempar pandangan aneh ke gadis yang duduk di pagar kosan dengan tampang memelas (baca: DESI PUTRI KURNIASARI). Lagi-lagi aku memantapkan ide, manjat sih mungkin dilakuin tapi pasti butuh satu bantuan orang lagi buat megangin pintu yang masih bisa gerak itu -_-
sesekali aku mandangin setiap orang yang lewat, berharap orang tersebut bisa jadi partner ku menggapai impian bisa masuk kosan selain menguatkan alibi kalau aku bukan maling, saat tiba-tiba aku dituduh maling sama orang lewat dan ngeliat aku lagi manjat pintu u,u
Target pertama seorang bapak yang lewat sambi nggandeng anaknya. Ini kayaknya orang yang tepat niiiih. Niat manggil dia buat minta bantuan udah bulat, tapi sayang gagal nyaliku gak cukup nih. Kesempatan pertama hilang.
Target kedua seorang anak kecil yang seperti kehilangan arah, lewat. Sepertinya anak baik-baik yang tepat buat jadi partner megangin pintu waktu aku lagi manjat. Tapi lagi-lagi gagal. Dia mukanya melaaaaaaas banget, gak berani nih ganggu kegalauannya.
Kayaknya sama Allah aku nggak di restuin manjat pintu deh melihat terakhir aku manjat-manjat pohon itu SD kelas 5an dan sekarang aku kuliah-_- , terpaksa aku melanjutkan kemelasan duduk di pagar kosan.
Karena mpet yang aku alami semakin menuju titik klimaks, karena banyak hal yang harus aku lakuin di dalam kosan. Akhirnya aku memutuskan telpon 911 (baca: manggil tetangga sebelah) buat pinjem tangga, tetep buat manjat pintu kosan hahaha :D
Dan ternyata bapak-bapak tetangga sebelah mau bantu bawain tangga dan megangin pintu. Dengan segenap keberanian dan support dari bapak tetangga bersama seorang anaknya, aku tapakin anak tangga sampai ujung, sampai akhirnya berada pada titik paling mencekam dengan bagian yang banyak tajam-tajaman di atas pintu untuk dilewati. Perlahan-lahan sambil bermodal doa kepada Allah SWT aku lewati itu meskipun nyangkut-nyangkut dikit. dan finally I can reach the ground of my KOST SWEET KOST safely :D
Sambil lari ke dalem kosan buat ngambil kunci untuk ngambil sandal yang aku tinggal di depan pas mau manjat tadi, aku bilang terimakasih banyak ke bapak-bapak 911. AMAJING :''D

Sabtu, 29 Desember 2012

We are special


Sabtu, 22 Desember 2012

Hujan

Hi hujan! sesaat kamu dengan hebatnya memanggil ribuan memori manis yang sudah terselip dalam lembar ingatan usang untuk muncul kembali di ambang akal, dan mem-visualisasikan ulang dalam bayangan. Tahukah kamu aku sempat berpikir energi apa yang kamu punyai selama ini, hingga kamu mampu menghadirkan yang lalu. Aku yakin dengan setetes airmu, memori sebulan-dua bulan ini bisa meluber dengan gampangnya. Tapi, biarlah kekuatanmu berurusan dengan kekagumanku terhadapmu. Karena, yang lebih menarik dari sebuah kekaguman itu, aku sangat menyukai memori saat kamu, aku, dan dirinya pernah hadir bersama-sama dalam suatu keadaan. Keadaan manis untuk diingat. Salam dari penyuka hujan untuk air yang selalu menetes cantik, semoga saja dia yang pernah hadir bersama kita juga ikut menyukaimu <3

When It Rains - Paramore

And when it rains  
On this side of town it touches everything 
Just say it again and mean it 

We don't miss a thing
You made yourself a bed At the bottom of the blackest hole 
And convinced yourself that it's not the reason  
You don't see the sun anymore
 
And oh, oh, how could you do it? 
Oh I, I never saw it coming  
Oh, oh, I need the ending 
So why can't you stay just long enough to explain?
 
And when it rains 
Will you always find an escape? 
Just running away  
From all of the ones who love you 
From everything
 
You made yourself a bed At the bottom of the blackest hole 
And you'll sleep 'til May 
and you'll say That you don't want to see the sun anymore
 
And oh, oh, how could you do it? 
Oh I, I never saw it coming  
Oh, oh, I need the ending 
So why can't you stay just long enough to explain?
 
Take your time Take my time
Take these chances to turn it around (Take your time) 
Just take these chances, we'll make it somehow 
And take these chances to turn it around (Take my) 
Just turn it around
 
And oh, how could you do it? 
Oh I, I never saw it coming 
Oh, oh, how could you do it? 
Oh I, I never saw it coming
Oh, oh, how could you do it? 
Oh I, I never saw it coming 
Oh, oh I need an ending  
So why can't you stay just long enough to explain?
You can take your time Take my time


Jumat, 14 Desember 2012

I need You, God.

Satu persatu barang-barang yang mengitariku seakan menampakkan ironi yang perlahan muncul dan hanya mampu melihat ku pasrah terseret oleh kesibukan. Satu persatu berbagai macam kegiatan yang notabene sebenarnya ada kefanaan, menyita waktu yang seharusnya bisa aku pakai untuk mengenal Tuhan ku lebih dari sekedar sholat wajib lima waktu.

"Aku gak tahu, kenapa sejak di Malang aku merasa sedikit menjauh dari Allah", Ucapku
"Haah? terus udah gitu aja?" Timpa temanku
"Apalagi emang?" Aku lanjut bertaya
"Ya abis ngomong gitu, bilang astagfirullahaladzim dong."

Astaghfirullahaladzim.

Aku disini masih membutuhkan mu Ya Allah
Ingatkan aku saat aku mulai melangkah jauh dari yang seharusnya
Pagari aku dari segala bentuk nista dunia
Terangi aku dan tunjukkan jalan saat semua jalan yang tersisa menurutku buntu
Aku bukan siapa-siapa Ya Allah, aku sangat-sangat membutuhkanmu lebih dari berbagai kebutuhan hidup yang sebelumnya aku anggap terpenting.

Selasa, 30 Oktober 2012

Damn! What I'm feeling is...(n)



Kenapa aku harus memperhatikanmu lebih
Kenapa aku selalu memunculkanmu dalam fatamorgana
Kenapa aku terusik untuk terus mencarimu
Kenapa aku membiarkan mataku menatapmu diam-diam
Kenapa aku terlalu peduli kepadamu
Kenapa aku harus tersenyum dengan kehadiranmu
Kenapa aku rela untuk melakukan apa yang aku tanyakan

Padahal kamu orang yang baru
Padahal kamu belum aku kenal lebih
Padahal kamu tidak sebaik mereka
Padahal kamu tidak pernah menghadirkan dirimu untukku
Padahal kamu bukan pemerhati perasaan orang
Padahal kamu yang selalu seenaknya saja
Padahal kamu yang selalu tanpa berpikir
Padahal kamu yang sering membuatku kesal
Padahal kamu sebuah misteri
Padahal kamu tidak spesial

Kamu hanyalah orang yang hadir dengan perbedaanmu yang baru kusadari itu adalah kekuatanmu.